6th Executive Committee and 3rd Annual General Meeting University of Bengkulu on ASEAN Learning Network

5

Universitas Bengkulu menjadi tuan rumah pelaksanaan 6th ASEAN Learning Network (ALN) Executive Committee Meeting dan 3th Annual General Meeting  pada hari Senin tanggal 24 Agustus kemarin. Acara ini dibuka oleh Rektor Universitas Bengkulu Prof. Dr. Ridwan Nurazi, S.E., M.Sc. dan dan dihadiri oleh sejumlah Rektor dari perguruan tinggi anggota ALN yang berasal dari sejumlah negara-negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam dan Filipina.

IMG_9537

Kepala UPT Kerja Sama dan Layanan Internasional (KSLI) Universitas Bengkulu, Dr. Eng. Dedi Suryadi mengatakan, pada pertemuan kali ini, Dr. Titiek Kartika yang merupakan dosen Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu kembali menjadi Auditor dalam kepengurusan ASEAN Learning Network 2020/2021 dan rencananya, Universitas Bengkulu akan menyelenggarakan program Mini SEED pada tahun 2021 mendatang. “Mini SEED itu akan diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi dari negara-negara anggota ALN seperti Malaysia, Thailand, Vietnam dan Filipina”. Pelaksanaan 6th ASEAN Learning Network (ALN) Executive Committee Meeting dan 3rd Annual General Meeting ini dilaksanakan di ruang rapat UPT KSLI dengan mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

IMG-20190818-WA0006-768x501

ASEAN Learning Network diprakarsai pertama kali di Indonesia pada tahun 2009 melalui International Conference di Institut Teknologi Bandung (ITB) Indonesia. Saat ini, 16 universitas dari Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah menjadi member ASEAN Learning Network. Melalui SEED programnya, ALN memiliki tujuan untuk menerapkan project dengan menjadi kawan masyarakat pedesaan ‘tuk menyelesaikan permasalahan warga melalui program enterpreneurship.

ss

Pada SEED program, mahasiswa terpilih dari universitas member ALN akan membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat pedesaan dengan salah satunya menawarkan alternatif langkah lebih baik dalam mencari inovasi penyelesaian permasalahan. SEED program sendiri telah dilaksanakan di Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Di bawah bimbingan fasilitatornya, mahasiswa bekerja dengan masyarakat untuk membantu usaha perekonomian warga. Presiden Republik Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono pada 2008, mengunjungi desa pertama SEED program di pedesaan wilayah Bandung.

Saat ini, ASEAN Learning Network dengan 16 member universitas dimungkinkan untuk melaksanakan program mobility antaruniversitas, kolaborasi antaruniversitas, hingga konferensi internasional. Dengan misi mengembangkan dan menerapkan proyek kerja sama berbasis riset, ALN berpartisipasi untuk menghasilkan member yang bertanggung jawab dan berkompeten secara sosial dan budaya dalam perkembangan kehidupan masyarakat di Asia. (RA)