Kolaborasi Riset University of Oxford dan Universitas Bengkulu

83691804_2626136634164141_8958713583684812800_o

Setelah penandantanganan MoU antara University of Oxford dan Universitas Bengkulu, peneliti dari University of Oxford UK, Prof Mary Darymple dan tim peneliti Universitas Bengkulu melakukan kerja sama riset dalam hal bahasa daerah. Penelitian ini juga melibatkan peneliti dari Australian National University. Tim peneliti dari Universitas Bengkulu terdiri dari Dr Arono, Dr Irma Diani, Dr Wisma Yunita dan juga beberapa dosen lainnya dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Unib. Penelitian ini juga melibatkan Balai Bahasa Bengkulu

Pada Kamis 23 Januari 2020, tim peneliti bertemu dengan beberapa pihak di FKIP Unib untuk mematangkan rencana kolaborasi riset tersebut dan juga kegiatan-kegiatan lainnya. Dalam pertemuan tersebut hadir Wakil Dekan Akademik FKIP Prof Bambang Sahono, Ketua Program S2 Bahasa Inggris Prof Safnil, Kepala KSLI Unib Yansen, Ph.D, Ketua Jurusan Bahasa dan Seni FKIP Dr Dedi Sofyan dan Sekretaris Jurusan Agus Joko Purwadi, M.Hum, serta beberapa dosen lainnya.

Riset yang dilakukan adalah terkait Bahasa Enggano sebagai salah satu bahasa yang terancam punah. Penelitian ini merupakan penelitian yang penting dalam mengkaji bahasa-bahasa lokal yang ada di Indonesia. Dalam pertemuan awal ini dibicarakan terkait dengan rencana penelitian dan juga aktivitas-aktivitas selanjutnya. Namun, dalam pertemuan ini juga dibahas bahwa hasil riset tersebut harus memberikan dampak dalam penyelematan bahasa melalui pengajaran di sekolah-sekolah. Karena Bahasa Enggano merupakan warisan budaya bangsa Indonesia, maka hasil riset juga harus menjadi kekayaan intelektual bangsa Indonesia.