JOINT SUMMER COURSE ON BIODIVERSITY

Oleh :  Try Beta Anggraini dan Triana Krisandini

Joint Summer Course on Biodiversity telah selesai dilaksanakan. Kegiatan yang mengusung tema “Exploring exotic animal and plant diversities of tropical ecosystem to enhance academic in Sumatra” ini merupakan kerjasama Universitas Bengkulu dan Universitas Andalas yang dilaksanakan di dua tempat yakni Sumatera Barat dan Bengkulu.

Kegiatan yang didanai oleh Kementerian Ristekdikti  melalui hibah Pengembangan Kapasitas Kantor Urusan Internasional (PKKUI) Tahun 2018 ini diikuti 20 peserta yang berasal dari Universitas luar dan dalam negeri, diantaranya ada Universitas Sun Yat-Sen dari China, Universitas Teknologi Ming Chi dari Taiwan, dan juga Universitas Malaysia Kelantan dari Malaysia.

IMG_7714

Universitas Teknologi Ming Chi, Taiwan mengirimkan empat orang mahasiswanya, Universitas Sun Yat-Sen, China sebanyak tiga orang, kemudian Universitas Malaysia Kelantan dua orang lalu  Universitas Andalas sebanyak tujuh orang, dan dari Universitas Bengkulu sendiri sebanyak empat orang mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu. Satu minggu dilaksanakan di Sumatra Barat dan satu minggu lagi dilaksanakan di Bengkulu.

Kegiatan di Bengkulu diawali dengan acara penyambutan peserta di Universitas Bengkulu yang dilakukan langsung oleh Rektor UNIB Dr. Ridwan Nurazi, M.Sc. kemudian dilanjutkan dengan materi tropical rainforest ecosystem and education forest of University of Bengkulu oleh Dr Yansen dan  Tropical Vegetation and Plant biodiversity: from coastal to highland oleh Dr Agus Susatya. Melalui tema from coastal to highland peserta diajak mengeksplorasi hutan pendidikan Universitas Bengkulu di Kemumu. Bengkulu Utara dan Hutan Mangrove di Pulau Baai.

IMG_7879IMG_7872

For me it is an amazing experience to came here because i never been to tropical forest” ucap Lin Bo-rui, Salah satu peserta dari Universitas Teknologi Ming Chi

Dilokasi hutan pendidikan, peserta diperkenalkan secara langsung tentang tumbuh-tumbuhan yang ada di dalam kawasan hutan pendidikan termasuk bunga rafflesia jenis gadutensis, salah satu jenis bunga rafflesia yang terdapat di wilayah Bengkulu Utara. Disana peserta diberikan pengetahuan lebih mendalam tentang bagaimana bunga rafflesia tumbuh serta berapa lama bunga langka ini dapat bertahan hidup.

Semua peserta dengan semangat berdiskusi tentang bunga Raflesia Gadutensis bersama Dr. Agus Sasatya walaupun perjalanan menuju ke lokasi Rafflesia Gadutensis harus melewati medan yang cukup curam dan berlumpur serta disertai hujan deras yang mengguyur selama pendakian.

”Tidak ada kendala yang terjadi selama penjelajahan di hutan pendidikan, semua panitia dan peserta menikmati setiap momen yang terjadi, semua aktivitas berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan, dan antusias peserta pun dapat saya lihat secara jelas” ucap Dr. Yansen selaku Kepala UPT KSLI Universitas Bengkulu.

Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran dan diskusi di hutan pendidikan, dihari berikutnya peserta melanjutkan kegiatan di hutan mangrove Kampung Bahari Bengkulu. Hutan mangrove dipilih sebagai salah satu Coastal yang merupakan vegetasi dataran rendah di Bengkulu. 20 orang peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian melakukan diskusi grup dan membuat projek sederhana saat mengeksplorasi hutan mangrove. Projek sederhana yang dibuat berlandaskan semua yang telah mereka amati dan pelajarai selama satu minggu pembelajaran di Bengkulu seperti tentang herbivora, insekta, bentuk daun, ekosistem dll. projek ini  kemudian di persentasikan di hari selanjutnya sebagai kegiatan penutup  dari  Summer course.

IMG_7877Peserta tidak hanya mengeksplorasi keanekaragaman alam dari Bengkulu tapi juga menikmati City Tour yang melakukan kunjungan ke Benteng Marlborough dan Pantai panjang, kemudian dilanjutkan dengan meramaikan kegiatan peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

“Kita usahakan kegiatan seperti ini diadakan setiap tahun dengan konsep yang berbeda. Tahun depan kita berencana untuk membuat kegiatan KKN international UNIB dengan konsep  Social Enterpreneur For Economic Development  di Bengkulu, nanti salah satu anggota kelompok KKN nya  itu berasal dari luar Indonesia” Ujar Ketua UPT Kerjasama dan Layanan Internasional (KSLI) UNIB, Yansen, Ph.D.